PAMALI

Friday, October 02, 2020 Abdurrahman Murad 0 Comments

FENOMENA KATA PAMALI

"Pamali" adalah kalimat yang diucapkan seseorang dan menjadi adat dibeberapa tempat seperti sunda. Kata "pamali" mengandung arti : Tidak boleh, larangan atau pantangan.

Jika kita perhatikan dan kita kaji,ternyata kata "pamali" adalah cara penyampaian larangan dari para ulama di daerah-daerah tertentu kepada umat dimasanya,yang kebanyakan masih sangat awam dan belum mengerti hukum-hukum agama disamping masih melekat pengaruh agama yang mereka anut sebelumnya.

Kemudian kata "pamali" diucapkan atau katakan, terutama orang tua kita dalam menyampaikan larangan atau hal yang tidak boleh dikerjakan, baik larangan yang menjadi domain nya agama ataupun adat setempat.

CONTOH "PAMALI" DALAM DOMAIN AGAMA.

- Pamali yang mengandung larangan haram atau dosa besar,seperti melawan orang tua,atau saling mengejek Dll (ada nash qur'an dan haditsnya

- Pamali yang merupakan bentuk larangan yang berakibat tidak baik pelakunya,seperti banyak hal yang tertulis dalam kitab "Ta'limul Muta'alim"-Syeikh Zarnuji. Banyak larangan disana yang berdasarkan nash hadits atau qoul ulama

CONTOH PAMALI DALAM ADAT

Seperti wanita hamil,jika akan atau sedang melaksanakan suatu pekerjaan,tidak boleh ditunda atau diselang dgn pekerjaan lain. Atau seperti ada larangan duduk di pintu (jika diperhatikan,secara logika ketika ada yang duduk dipintu,itu akan menyulitkan orang lain yang akan lewat).Ada lagi tidak boleh makan sesaat sblm maghrib,atau makan saat turun hujan,meniup lampu/lilin (ada di ta'limul muta'alim) Dan banyak lagi

Kesimpulan.sebagai seorang muslim,seyogyanya tidak lantas menganggap tahayul terhadap orang yang mengucapkan "pamali",karena banyak kata "pamali" yang di ucapkan sebagai ganti dari hal-hal yang dilarang agama. Dan apapun domainnya,baik agama maupun adat kata "pamali" dimaksudkan mencegah seseorang yang akan melakukan agar terhindar dari akibat buruk sebab melakukannya baik di dunia maupun akhirat.Khusus dengan yang berkaitan dengan adat,kita juga harus arif dan bijaksana dalam menyikapinya. Wallahu A'lam.

0 Comments:

BLOG_CMT_createIframe('https://www.blogger.com/rpc_relay.html', '0');